intan notes

cerpen1

SELAMAT ULANGTAHUN

                Tanggal 22 september teman2 ku mulai menjauh entah kenapa, dan aku merasa ada sesuatu hal yang membuat mereka menjauhi ku tiba tiba tanpa sebab yang aku ketahui. Mereka seperti membuat rencana menyuruh orang lain menjauhi ku pula, memojokkan aku sendirian tanpa teman dan mereka bertindak judes padaku, aku pun semakin curiga akan perbuatan teman tema ku itu, dan pada waktu bel istirahat berbunyi aku pun tidak ke kantin karena tidak ada yag menemaniku untuk ke kantin. Tapi aku pegi ke kamar mandi mencuci tangan, setelah aku kembali ke kelas ternyata teman2ku sedang bergerombol dan merencanakan sesuatu yang tidak aku ketahui, aku pun semakin penasaran lalu aku tanya ke teman temanku itu ‘eh kalian kenapa sama aku? Aku kok di diemin terus dijudesin? Dicuekin? Kalian kenapa seh? Aku salah apa?’ tanyaku ‘(mereka hanya diem dengan tatapa mereka yang judes kepada ku)’ dan aku masih saja tetap dicuekin oleh mereka. Akhirnya aku pergi daripada tidak dianggap disana dan terus dilhatin

                Bel sekolah pun bunyi waktunya pulang tlah tiba, teman temanku keluar duluan sedangkan aku keluar sendirian, mereka seperti mengumpulkan uang tak tahu buat apa setelah aku ingin menghampiri mereka, mereka bubar cepat cepat dan langsung meninggalkan aku sendirian. Seperti aku tak ada disana, yasudahlah. Tapi aku sempat mikir mikir, apa coba kesalahanku yang membuat mereka seperti itu padaku? Keesokan harinya tanggal 23 september aku datang kesiangan karena tidak bisa tidur meikirkan teman2 ku mengapa mereka memperlakukan aku seperti itu tiba tiba teman2 ku datang mengahmpiti bangkuku dan langsung melabrak, mereka memojok kan aku seperti aku punya salah besar dengan mereka. Mereka memarahi ku habis habisan sampai aku nangis tersedak sedak, sampai mereka melihat aku yang sedag menangis itu mereka tambah risih dan ingin memukulku. Aku tidak tahu apa salahku hingga aku dilabrak da di salahkan intinya aku haya mendengar ‘kamu itu tega banget seh tan ngehianati sahabatmu’ padahal aku gatau aku udah ngehianatin apa ke sahabatku. Trus mereka bilang, ‘kamu itu uda ngerebut pacarnya sahabatmu dewe tan’ nah trus aku mikir2 kapan jugak aku ngerebut sahabat ku sendiri sambil nangis. Pokonya aku disitu disalah2 in terus sampek aku mau pingsan masih dibentak bentak terus samapi nangis nangis gak karuan.

                Nah trus mungkin mereka kasihan kali ya ngeliat aku yang dimarah marahi terus terusan dibentak bentak, dipojokkin sendirian trus difitnah sampe nangis nangis ga karuan hampir pingsan langsung temen temenku ninggalin aku trus langsung balik lagi ke aku bawa kue ulang tahun ku. Yaampun ga nyangka banget tau ga ternyata yang aku dibentak bentak tadi cuman akting mereka doang, sialaaaaan dalam hatiku. Tapi aku seneng aku terharu banget. Ternyata yang ngumpulin uang yang kemaren pas pulang sekolah itu buat beli tart yang harganya 50000, jadi anak anak urunan 7000 gitu, karena yang ikut ngerayaain ulangtahun ku 7 anak. Yaampun sumpah terharu baget, sampe ga kepikiran kalo hari itu ulangtahun ku karena kemaren kemarennya kepikiran terus kenapa mereka nyuekkin aku. Yaaampun udah deeh itu hal surprise paling mengesankan karena itu dari sahabat kita sendiri dan mereka bener bener ngasi surprise nya dari hati, ga bakal terlupakan kisah itu. Dan maakasih sahabat sahabat ku ‘ira ika bela hayumi nada anin’ my belovedsist :*

cerpen2

SELAMAT JALAN EYANG PUTRI TERCINTA

Tanggal 7 maret 2012 adalah hari senin yang berlangsungnya UAS kelas 9 semester 2 hari pertama, sebelum UAS aku memiliki perasaan yang tidak enak dan aku berfikir bila UAS ku ini mendapat nilai yang jelek. Dan pada saat hari minggunya tanggal 6 maret 2012 aku belajar mata pelajaran yang akan di UAS kan pada hari senin besok, karena aku takut nilai UAS ku akan anjlok dan aku memiliki perasaan yang tidak enak pada saat itu maka aku belajar dengan serius pada hari minggu itu. Dan UAS hari pertama pun berlangsung, aku memiliki perasaan takut sebelum UAS dimulai tapi setelah guru membagi kan kertas LJK aku pun mulai mengisi kertas LJK nya secara perlahan lahan dan berfikir apa yang membuat aku merasa tegang dan memiliki firasat yang tidak enak. Tapi pikiran tegangku sejenak hilang melihat soal yang telah ada di hadapanku karena soal nomer 1 belum belum sudah susah, tapi alhamdulilah saya dapat mengerjakan soal UAS nya, hari senin pun berlalu dan UAS hri pertama berlalu. Pulang sekolah saya masih punya perasaan mengganjal dan tidak enak, akhirnya saya buat untuk belajar saja daripada saya merasa punya hal yang saya takutkan

Hari selasa pun tiba tanggal 8 maret 2012, adalah hari UAS kedua. Perasaan tidak tenangku mulai memuncak disaat itu dan padahal aku sudah belajar dan tidak terlalu kesulitan untuk mengerjakan soal UAS itu, tapi apa yang menyebabkan aku merasa tidak tenang dan menahan tangis yang tanpa sebab ini. 1 jam berlangsung dan UAS pun hampir selesai lembar LJK telah diambili satu satu oleh pengawas UAS, waktu pengawas UAS sedang mengambil lembar LJK tiba tiba seseorang datang ke ruangan UASku dengan membawa selembar kertas, ternyata dia adalah karawan TU dan ingin memberitahukan sesuatu. Mulut karyawan TU itu membuka dan aku sudah punya firasat tidak tidak bahwa yang akan dipanggil itu namaku. Dan ternyata benar, namaku yang disebut oleh karyawan TU itu, dia kesini ingin memberikan kertas kecil itu padaku dan aku tidak tahu apa isinya. Karena tidak diperbolehkan keluar maka karyawan TU itu membacaka apa isi yang ada di kertas itu, dengan keras ‘intan rizqi mana?’ tanyanya. ‘saya bu, mengapa?’, dan dia mulai membacakan apa isi kertas itu. ‘ini tadi mama kamu telepon ke sekolah dan kamu dissuruh pulag langsung kerumah eyang kamu, karena nenek kamu meninggal’ jawabnya. ‘(menahan nangis) oh iya bu, terimakasih’ jawabku.

Aku mash tidak percaya dan masih kaget mendengar ibu TU tadi datang keruanganku, teman temanku mulai mendekat dan mengucapka bela sungkawa padaku. Aku pun menjai tak kuat untuk menaha tangis dan berpura pura tegar. Akhirnya aku emangis juga dan teman teman ku mencoba membuat aku menerima kenyataan. Bel pulang berbunyi aku pun langsung pulang ke rumah eyangku, sebelum aku sampai rumah eyangku aku memejamkan mataku karena masih tidak percaya dan tidak menerima kenyataan dan setelah aku sampai dirumah eyangku aku membuka mataku dan sudah banyak orang orang berdatangan dibawah terpal/terop depan rumah eyangku. Ternyata benar, eyang putri ku sudah tiada, aku masuk ke dalam rumah dengan masih berseragam dilihat para sodaraku yang kasihan padaku melihat aku yang baru pulang sekolah dan harus menerima kenyataan ini. Langsung aku lari ke kamar eyangku dan ternyata sudah ada orang yang ditutupi jarik batik kesayangan eyang ku, aku buka perlahan lahan daan ternyata itu adalah mayat eyangku. Aku langsung menangis nangis memohon mohon, meminta maaf kepada eyangku entah apa yang aku perbuat aku langsung mencium kening eyangku sambil berkata ‘tenanglah engkau disana eyang, aku disini akan mendoakanmu’ waktu aku menangis dan sedang menatap wajah pucat eyangku adikku dan papaku datang, mungkin adikku ijin sekolah dan dijemput papaku ke sekolahnya, dan papaku juga ambil cuti, adikku juga langsung menangis melihat eyangku yang sudah tidak ada ini. Tapi papaku berusaha membuat aku dan adikku tegar dan membawa aku serta adikku keluar dari kamar.

Aku pun ganti baju, pikiranku kosong seperti orang yang tidak waras. Tapi aku masih mencoba tegar dan aku harus menerima kenyataan bahwa eyangku tlah tiada. Eyangku lalu dimandikan, dan aku ikut memandikan eyangku, meliat eyagku yang disiram air tanpa reaksi dan hanya tidur dengan memejamkan matanya mebuat aku semakin yakin bahwa eyangku ini telah tiada nyawanya, tapi aku yakin bahwa eyangku masih ada disekitar sini melihatku sedih ditinggalnya. Aku menyabuni badannya agar bersih nanti waktu sudah berada di surga. Akhirnya pemandian eyangku sudah selesai dan mulai memakaikannya kain kafan. Yang awalnya aku takut dengan pocong tetapi aku sudah tidak takut lagi dengan pocong semenjak aku memakaikan kain kafan ke eyangku. Setelah sudah dikasih kain kafan, mulaailah eyangku disholati. Setelah disholati eyangku dibawa ke makam dan dikubur. Waktu orang orang semua baru naik mobil tiba tiba hujan datang, hujan yang sangat deras sekali, dengan agin yang bertiup sangat kencang. Kita semua tlah tiba di makam dan mulai menguburkan eyang walau hujan sangat deras. Taahs emua yang ada didalam kuburan semuanya becek termasuk tanah kuburan eyangku. Penjaga kuburan yang menggali tanah pun menggali tanah dengan sekuat tenaganya karena tanah nya terkena air dan menjadi keras sehingga sulit untuk digali, dan hujan pun mulai agak mereda setelah mayat eyangku mulai dimasukkan ke dalam tanah dan diberi papan kayu setelah di adzan i. Dan waktu kuburan itu ditutup tanah hujannya mulai mereda sampai selesai menutup kuburan dengan tanah pas juga hujannya sudah redah. Dan kita membaca doa setelah kita membaca doa waktu menuju ke mobil masing masing hujan deras kembali pas waktu kita semua sudah masuk ke dalam mobil. Entah apa kejadian yang terjadi pada hujan itu kok bisa pas pada momen momen tertentu. Kita semua kembali kerumah berduka cita dan membaca tahlil hingga larut malam, padahal besok adalah hari UAS ketiga dan aku tidak belajar sama sekali selama tujuh hari berturut turut, karena tahlil malam dan bantu2 masak hingga larut malam jadi tidak sempat belajar untuk UAS selama 5 hari UAS berlangsung itu, karena kematian eyangku

Tapi alhamdulilah selama 5hari UAS berlagsung tanpa belajar sama sekali karena aku dirumah eyag terus pulang malam tapi aku masih mendapat nilai yag memuaskan. Dan waktu2 tahlilan eyangku itu sangat tepat sekali hingga membuat aku tidak pernah belajar. Pertama waktu meninggalnya eyangku pas waktu aku melaksanakan UAS, trus pas 7hari tahlilan buat eyangku pas aku ujian sekolah, trus pas 40 harinya eyangku pas waktu hari UNAS hari ke4 SMP , trus pas 100 harinya ini pas kemaren aku daftar SMA. Duh pas banget udah sama hari2 pentingku. Jadi meninggalnya eyangku itu gak bakal terlupakan dalam hidupku, selamat jalan eyang putri ku tercinta :’)

puisi2

SAHABAT

sahabat

perhatianmu sangat berarti untukku
hingga aku tersadar betapa pentingnya dirimu untukku
kau menjauhiku adalah luka untuk diriku
kau pergi meninggalkanku adalah duri yang menancap di hatiku…

sahabat…
andai kau tahu aku sayang kepadamu
prasaanku padamu seperti tingginya gunung semeru
karna bagiku kaulah impianku

kau yang mengajarkan aku untuk selalu bersabar
kau yang membimbingku dalam sebuah perjalanan
dan kau yang menjadikan dirimu sebuah kebahagian di hidupku

puisi1

KAU TERINDAH

Hal paling indah bertemu orang sepertimu..
orang yang setia menemani hari hariku

aku ingin kau menjadi miliku…
namun hatimu berkata lain
kau memilih untuk meninggalkanku…

tapi ku coba selalu sayang kepadamu..
selalu sayang pada semua kenangan yang kau berikan
entah itu yang manis, maupun pahit..

dan kini, hanya kau yang terindah dalam hidupku..

akan tetap selalu menjadi yang terindah
TERIMA KASIH SAYANG..

puisi 3

PUTUS CINTA

Akhir dari sebuah cinta
Ia berlari dalam kekecewaanku
lalu berjalan diatas kebencian
terdiam dalam kegelisahan karena perbuatanku
dalam hati yang berkecamuk dalam berjuta pertanyaan yang tidak ingin ditanyakan
ia kesal akan perbuatan ku yang bodoh

Lalu ia putuskan ikatan cinta itu

Sungguh remuk hati ini sungguh tak rela melepaskan semua keindahan itu

Semua pengorbananku sia sia sudah untuknya

Tapi aku sadar ini salah ku, dan aku akan mencoba untuk membiarkannya dibawa angin

Kepergianmu
Vierra / Love, Love, & Love

ini lagu buat orang yang ngerasa dah!

0 plays
drama bind pas upra

DRAMA BIND :

PUISI , LAGU

Pada suatu hari ada sebuah keluarga yang beranggotakan ibu dan ke dua anaknya

Sedagkan bapak anggota keluarga tersebut telah meninggal, setelah bapak dari aggota keluarga mereka meninggal salah satu anak tersebut menjadi durhaka. Namanya desy

Kinan : bu ! sarapan ku mana !! laper nih buruan ah

Ibu : apa nak ? hari ini kita puasa tidak ada sarapan. Tidak ada singkong untuk dicabut hari ini nak

Kinan : hah ? puasa ? gak akan guwe puasa MISKIN TAU GAK !

Ibu : (sambil batuk batuk) sabar nak kita itu tidak mampu jadi jalani hidup apa apa adanya,kamu tidak kasian ibu ?

Kinan : what ? kasian ! emang harus ya di dunia ini guwe harus kasian sama loh ! ngaca lo sapa guwe sapa !

Desy kakak kinan pun yang baru datang langsung menyela pembicaraan kinan yang kasar terhadap ibunya

Desy : kinan ! kamu apa apa an si ? ibu ini udah sakit , kamu bentak bentak! Durhaka kamu yah

Kinan : hah ? ibu guwe ? lo bisa ngomong kalo dia itu ibu guwe atas dasar apa yah ? dia udah mbahagian guwe belom ? kalo udah itu baru namanya ibu ! ngerti?

Ibu : (batuk batuk dan menangis) nak sadar aku ini ibumu, akuilah nak

Kinan : ibu ? cuihh .. masa bodoh

Desy : tan diem gak ? apa gak ntar kakak tampar !

Kinan : so what ? (kemudian pergi keluar)

PUISI , LAGU ~

Pagi pagi desy pun tlah berangkat kerja, ibunya dirumah dan kinan masih tidur. Ibu pun membangunkan kinan

Ibu : (sambil membawa secangkir teh pagi ) kin, bangun udah jam siang

Kinan : apaan sih ?

Ibu : bangun , ini lo ibu buatkan teh hangat .

Kinan : (memecahkan gelas) guwe tuh ngatuk gak usah di ganggu ! dungu apa budek si lo !

Ibu : (batuk batuk dan sesak nafas gara gara menangis ) kamu jangan gini nak

Kinan : what ever !

PUISI, LAGU ~

Ibupun menangis tersedu sedu akibat perbuatan kinan sambil sesak nafas lalu desy pun pulang

Desy : ibu ?ibu kenapa seperti sesak nafas begini iu dibentak bentak lagi sama kinan

Ibu : sudah nak, adikmu memang gitu. Ibu juga yang salah

Desy : loh ibu jangan gitu, jagan nyepeleein hal hal gini bu, di itu anak durhaka bu. Gak bisa dikasih ampun

Ibu : udahlah, tuhan aja maha pemaaf masa ibu enggak (sambil batuk batuk kesakitan)

Desy : terserah ibu lah, aku ambil minum dulu ya bu di dapur, ibu tunggu sini ya

Ibu : iya nak

Waktu desy meninggalkan ibu di teras rumah , ibu sesak nafas dan tak bisa berbicara serta bernafas. Setelah itu ibu pingsan, setelah desy kembali untuk memberi air minum kepada ibu, ibu oun jatuh pingsan dan air yang dibawa desy pecah karena kaget

Desy : ibu ! ibu kenapa ? bangun buuu (setelah dilihat ternyata jantung ibu tidak berdetak dan nafasnya berhenti, desy pun takut)

Lalu kinan datang

Kinan : kenapa sih kak ? teriak teriak kayak ada orang mati segala

Desy : ibu .. ibuu tan

Kinan : ibu kenapa

Desy : dia sesak napas dan sekarang pingsan, denyut nadinya berhenti

Kinan : alah paling Cuma pingsan

Desy : mudah mudah an aja iya , tapi kok nadinya berhenti (heran)

Kinan : ya gak tau !

Desy : dek, ini kayaknya ibu meninggal, lebih baik lapor rt setempat deh dek

Kinan : hah ? mati? Ibu guwe mati

Desy : IYAAA (menangis)buuu

Kinan : gak mungkin,ibu gak mungkin mati, dia selalu nemenin guwe tapi guwe gak mau, sekarang guwe mau kok. Jadi ibu bangun ya(menangis) buuuu banguuun, jangan pura pura !

Desy : udah deh tan ibu itu mati gara gara kamu, kamu seharusnya nyadar dong

Kinan : ini boongan ka, ibu gak mungkin mati. Ibu sayang sama aku jadi dia gak mungkin mati

Desy : udah deh jangan kayak anak kecil, basi tau

Kinan : (meratapi ibunya dan dia sadar) ibuuuuuuuuuuuuuuu (menangis)

Kinan pun menyesal akan perlakuannnya terhadap ibunya dan dia akirnya tobat menjadi anak yang sopan , baik, menghargai perasaan orang lain dan ramah

PUISI ~Lagu ~~

SELESAII J

drama bahasa inggris jaman ujian praktek kelas9 dulu :’)

CHARACTERS

MARY: A young woman who is bleeding to death.
JOE: A young man with one arm and one leg.
OLD LADY: A woman in her eighties who carries a cane.
MAN IN THE SUIT: A drunkard of sorts.
POLICE OFFICER: He eats donuts, drinks coffee and carries a night stick.

 

SETTING

A city street corner in the Spring. The work day is about to commence.

[Lights up as MARY stands on a street corner, holding her stomach. She
removes her hands and reveals that she is bleeding badly. The sounds of
the street should be very audible: car horns, conversation, shoes stomping
on the pavement, etc. She looks around for help.]

MARY: Excuse me, Ma’am—. Sir! Sir! Little boy, would you send for some help, I’m dying—. Little Boy!! YOUNG MAN, PLEASE!!! I’VE BEEN SHOT!!!

[MARY gives up. She takes off her shirt and wants to make a tourniquet but doesn’t know how. She sits on the ground as she is very dizzy now from the loss of blood. An OLD WOMAN passes by, notices MARY and walks on without hesitation.]

MARY: Ma’am, would you please—

OLD LADY: (Very loudly.) I can’t hear you.

MARY: I need your help. I’m bleeding to death.

OLD LADY: How can I stop your bleeding if I can’t even hear you.

[The MAN IN THE SUIT enters quickly.]

MAN IN THE SUIT: Can I help you?

MARY: Yes, thank you so much. You see I’ve been bleeding—

MAN IN THE SUIT: Out of my way. I gotta help this old lady across the street. I do it every day and today is no different.

MARY: But I’m bleeding to death.

MAN IN THE SUIT: Ma’am, can I help you across the street?

[OLD WOMAN hits MAN IN THE SUIT with her cane as he tries to help her cross the street. MARY seems worse off than ever now. A POLICEMAN enters.]

MARY: Oh, thank Heavens, Officer. I don’t know how much longer I would’ve lasted if you didn’t come.

POLICE OFFICER: Ma’am, I’m gonna have to ask you to move on. The sign clearly reads no loitering. And you’re littering all over the place. I could arrest you for that.

MARY: I’m not littering. That’s blood. I’m dying.

POLICE OFFICER: That is no excuse to be topless,Young Lady. You should be ashamed of
yourself. Lucky for you, I’m not on duty yet or I’d have to arrest you.

MARY: I need your help, Officer. My taxes pay your salary.

POLICE OFFICER: They certainly do. And your taxes pay the salaries of Ambulance Drivers. So let them help you. Does anyone call an Ambulance Driver when they’re being robbed?

MARY: Well, of course not, but—

POLICE OFFICER: I rest my case.

[POLICE OFFICER exits quickly. MARY seems near the end of her rope. A
silence and then JOE, a man with one arm and one leg, hops on. He falls in front of MARY.]

JOE: Excuse me, sorry. Very sorry.

[JOE gets up and tries to hop away.]

MARY: Please, Sir. Would you help me—. Oh my, what happened to you?

JOE: Oh, it’s nothing. Nothing really. I’m quite all right actually. Well, I…I was until the lady stole my cane, but I’ll be okay. I still have my job at the shoe factory, and it’s only a forty block hop away so I count myself lucky. [Pause.] My goodness, Miss. What happened to you?

MARY: You mean you noticed?

JOE: Well, of course I noticed. What kind of person would I be if I didn’t notice you were bleeding? It looks as though you’re near death.

MARY: It feels that way.

JOE: I got an idea.

MARY: What’s that?

JOE: Well, maybe I could help you. I know it’s a bit unorthodox, a stranger lending a helping hand these days, but why not? Today, I woke up, put on my green sock—the one with just three holes—because I knew today was going to be extraordinary. Then when I fell down my steps and the neighbor dog just licked me instead of tinkling on me my feelings were confirmed. So I say hell yes—excuse my language—no! hell yes it is! I will help you. What can I do for you? Would you like a slice of pie?

MARY: No. No. Thank you, but no, not at the moment. Do you know how to make a
tourniquet?

JOE: Well, of course. I am a learn-ed man, you know.

MARY: Could you please take my shirt and—

JOE: My name’s Joe. What’s yours?

MARY: Mary, Joe.

JOE: Mary Joe? No kidding. It’s like fate. It’s it’s like we’re fated together. We have the same names—

MARY: No, no, no. It’s just Mary. I was calling you by your name—

JOE: Oh, oh, of course. Right. I’m so silly. I don’t know what my problem is. I just, I just want everything to be perfect with the new people I meet, I want to fall in love you see, and when you said your name was Mary Joe, well then I thought praise God here she is the woman of my dreams, my Aphrodite, my Mary Joe—

MARY: Joe, I don’t mean to be rude, but the blood’s coming very quickly and I can’t help myself. I need your help.

JOE: It’s my appearance. I repulse you, don’t I?

MARY: No, of course not. It’s just…I’m. Joe! I’m bleeding to death. I need your help.

JOE: Oh now you need my help. First I repulse you just because I’m missing a couple limbs and now you need my help. Isn’t that just like a woman?

MARY: Excuse me?

JOE: I loved you, Mary. And I thought you could love me too, but now—

MARY: Joe! Either help me or don’t. But right now, you’re—. I don’t know what you’re doing but you’re not helping.

JOE: Well, I could make you a tourniquet. With your shirt there, seeing as you’re not wearing it at the moment.

MARY: Yes, that would be nice. That would be very sweet.

JOE: Okay, let’s do it. It’s a date.

MARY: All right. It’s a date. Here’s the shirt.

[MARY extends her arm and JOE takes the shirt from her. He is very careful not to touch her.]

JOE: Can you hold the one end while I … twist?

MARY: Of course.

[JOE is struggling with the tourniquet.]

MARY: Joe?

JOE: Yeah?

MARY: Never mind.

JOE: Okay.

MARY: Joe?

JOE: Yeah?

MARY: How’d you … you know?

JOE: How’d I what?

MARY: How’d you lose your arm and leg?

JOE: Could you hold that tighter?

MARY: Sure. If you don’t wanna talk about it, I understand.

JOE: Good.

MARY: You sure look cute though, when you—

[MARY is about to touch JOE’s head and he jumps away.]

JOE: DON’T!!!

MARY: What? I’m sorry. I…I was just gonna…touch you. Don’t you like to be
touched?

JOE: Of course I do. I just don’t think you should.

MARY: Why not?

JOE: How’s the tourniquet feel?

MARY: Great. It feels really nice. Thank you.

JOE: I should probably go now.

MARY: What’s wrong with you?

JOE: Nothing. I just gotta get to work. And I haven’t had a piece of pie yet and I can’t sell shoes unless I’ve eaten my pie so I better just—

MARY: A minute ago you were talking about dating and now you’re leaving?

JOE: I gotta…I gotta…Sometimes, I talk too much and I don’t know what I’m talking about. I must’ve been doing that earlier. I really should go. See? I’m talking too much right now.

MARY: It’s because I tried to touch you, isn’t it?

JOE: No, it’s not.

MARY: You’ve never been touched before, have you?

JOE: Yes, I have.

MARY: No, you haven’t. I’m the first girl who’s ever wanted to touch you, aren’t I?

JOE: That’s a mean thing to say, Mary.

MARY: You’re right. I’m sorry.

JOE: It’s not true either. I’ve been touched.

MARY: Sure you have, Joe. Sure.

JOE: I have. Twice.

[JOE indicates his missing limbs and MARY understands.]

MARY: Oh, I see. And every time you’ve been touched…

JOE: Exactly.

MARY: And you’re just missing the two limbs?

JOE: Mary?!?!?

MARY: Sorry. I’m just curious.

JOE: Well, maybe you shouldn’t be so curious.

MARY: What happens if you touch someone else. Then what do you lose?

JOE: I don’t know. I’ve never touched anyone.

MARY: My tourniquet’s loosening. I think you need to tighten it.

JOE: I better not.

MARY: Do you want me to bleed to death?

JOE: Of course not. I just don’t want to risk…

MARY: Risk what? It’s only a limb. You already lost two.

JOE: Maybe we could get someone else to do this for you. Officer! Officer!

MARY: I already tried that. You’re my only help, Joe.

JOE: I just don’t think we should take any chances. I might accidentally touch you, you’ll lose a limb and then where will we be?

MARY: I’d rather be limbless than lifeless.

JOE: Right. Of course.

[JOE starts to tie the tourniquet again, but is having too much trouble,
mostly because he has only one hand. He is getting frustrated.]

JOE: I told you it wouldn’t work. You might as well just bleed to death.

MARY: Joseph!

JOE: I’m sorry, Mary. It’s just…well, this seems to be the way it always goes for me.

MARY: Try again and don’t be afraid to touch me. I’m not afraid.

[JOE indeed tries again. Things seem to be going better this time. He even goes as far as to touch her arm as he ties the tourniquet. However, the second he touches her arm, it falls off.]

JOE: Oh my God. What’d I do?

MARY: My arm! My arm fell off.

JOE: Mary, I’m…I’m so sorry.

MARY: Hurry up with that, Joe. I think I’m losing too much blood now.

JOE: What about your arm?

MARY: Forget my arm.

JOE: Forget your arm!

MARY: Please, just tie the tourniquet.

[JOE tries to reattach her arm.]

JOE: I’m sure I can just re lodge it in here for you. My grandpa was a medic in the Big War you know. So that sort of thing must run in the family…Oops…I’m very sorry. I’m such a klutz—

[MARY snatches the arm away from him.]

MARY: Just tie the tourniquet, Joe.

JOE: I can’t, Mary. I tried and I can’t.

[JOE begins to leave.]

MARY: Joe! You’re not going to leave me here alone, are you?

JOE: Of course not. I’ll find help for you.

MARY: Come here.

JOE: What?

MARY: Come here.

JOE: What are you up to?

MARY: Come here. You owe me. [He does.] Now. Stand still. [He does but then starts to move around, nervously.] Stiller. [He does.] Now, close your eyes.

JOE: Close my eyes!?!?!

MARY: You don’t trust me. Thanks to you I’ve lost my arm and you don’t even trust me?

JOE: Okay, okay.

MARY: Good boy.

[MARY takes her arm and attaches it to his body where he is missing an arm. It fits perfectly.]

JOE: Mary, what are you doing to me? That feels very—

MARY: Good.

JOE: Yeah, good.

MARY: Open your eyes.

[He does and discovers his new arm.]

JOE: How’d you—

MARY: Now tie my tourniquet and save my life.

JOE: But I have your arm.

MARY: Exactly.

JOE: Mary, I can’t take your arm. That’s too generous. I mean, it’s not even Christmas.

MARY: Yes, you can. I don’t need it.

JOE: Wow! Giving me your arm. That’s just about the sweetest thing anyone’s ever done for me.

MARY: Hurry, Joe.

[MARY begins to lose consciousness but JOE does not notice.]

JOE: It feels great. Like it’s been a part of me my entire life. It’s just like your body fits me like it’s always been mine. Like our bodies fit together like a jigsaw puzzle. It doesn’t look too feminine, does it? Mary! Mary!

[She is not responding so JOE, with his new arm, ties the tourniquet very quickly and expertly. Even though the tourniquet is tied MARY is not responding. He thinks about giving her mouth to mouth.]

JOE: Okay, Joe, you can do this. You have to do this. After all, it is your Mary Joe. I am confident my head will not fall off if I give her mouth to mouth…maybe just my lips will, my lips and my hands, that’s not so bad, right?

[The Police Officer enters.]

POLICE OFFICER: Excuse me, Son. But what do you think you’re doing?

JOE: Well, nothing, Officer. I’m just trying to save this woman’s —

POLICE OFFICER: Save it for the Judge. You think I don’t know who you are. You’re under arrest.

JOE: Under arrest? For what?

POLICE OFFICER: For the theft of this young lady’s arm.

JOE: She gave it to me.

POLICE OFFICER: A likely story. Come with me.

JOE: She needs our help.

POLICE OFFICER: I’m not asking you again.

[The OFFICER advances on JOE who punches him and knocks him out. He looks at his new arm.]

JOE: Wow! That Mary is one strong girl.

[This time he gives her mouth to mouth fearless of the consequences that may follow. MARY comes to.]

MARY: Well, it’s about time. What happened to him?

JOE: Him? Ah, nothing. He just needed a helping hand so I gave it to him.

MARY: My arm looks good on you.

JOE: Thanks. You want it back?

MARY: No.

JOE: Are you sure?

MARY: If I need it, you’ll be here, right?

JOE: Right.

MARY: Then I’m sure.

JOE: Well…

MARY: Well…

JOE: Whadaya say we go and get a slice of pie now?

MARY: Sounds delicious.

[They start to exit as lights fade to black.]

 

CURTAIN

 

pelampiasan

sepertinya blog ini aku jadikan pelampiasan? hngg maaf blog

patah hati

GAKMAU NGURUS LAGI SAMA ORANG YANG UDAH NYAKITIN PERASAANNYA CEWEK, DIA GAKBAKAL NGERTI APA YANG DIMAUIN CEWEK YAITU YANG NAMANYA ORANG PHP. huffeet, TAPI TENANG NAMANYA KARMA ITU SELALU ADA, CAMKAN ITU

alecshao:

Chris Cobb - There is Nothing Wrong in this Whole World (2004), 20,000-book color spectrum

ingin pintar? baca tuh buku sebanyak itu, makan tuh buku haha:D

(Source: likeafieldmouse)

alecshao:

Emily Rooney

right this! my life is beautifull. JADI GA JAMAN TUH SAMA YANG NAMANYA GALAU, huffet

alecshao:

Emily Rooney

right this! my life is beautifull. JADI GA JAMAN TUH SAMA YANG NAMANYA GALAU, huffet

(Source: likeafieldmouse)

lebaran

selama lebaran ini 15 tahun pun aku ga pernah mudik hngg, gara2 rumah eyang dari papa sama mama di malang aja tuh, jadi yg dari luar kota ke malag semua. apalagi rumah eyang dari papa sama mama tetanggaan tuh. kayak SMA8 itu rumahnya eyang dari papa trus ijen itu rumah eyang dari mama tuh kan deket banget. ga mudik deeeh bosen di malang terus ngiri liat temen2 yang upload foto terus di luar kota. apalagi bali uhh sumpaaaah ._.v

libur lebaran beserta tugasnyaa

puasa telah berakhir dan lebaran pun tiba, seperti halnya libur. aku sudah mulai libur lebaran selama 2 minggu dan diberi tugas sebanyak 10 mata pelajaran. termasuk bahas indonesia ini, disuruh membuat blog dan diiskan 2cerpen dan 3 puisi, itu pun harus membuat sendiri tidak boleh meliat google, sebenernya ga susah2 amat cuman agak males aja mikir buat ngerjain soal itu-_- yaudahlah di garap aja, namanya jugak anak skolahan. ini ni masih dalam proses pembuatan cerpennya. kalo puisi sh aku minta tolong papa cari inspirasi haddeeeeeh. udahan deh